Informasi

Mengenali dan Mencegah Demam Berdarah Dengue

Oleh Tim RS Anggrek Mas4 menit baca

Nyamuk Aedes hinggap di kulit lengan
Foto oleh National Institute of Allergy and Infectious Diseases di Unsplash

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Di Indonesia, kasusnya cenderung melonjak pada musim hujan karena genangan air yang bersih menjadi tempat ideal nyamuk bertelur. Sebagian besar penderita bisa pulih sepenuhnya, tetapi sebagian kecil dapat jatuh ke kondisi berat dalam hitungan jam. Karena itu, mengenali perjalanan penyakit dan tanda bahayanya jauh lebih penting daripada sekadar menghafal daftar gejala.

Yang membuat DBD berbeda dari flu biasa adalah pola demamnya yang khas dan risiko kebocoran pembuluh darah pada fase tertentu. Memahami polanya membantu keluarga tahu kapan cukup merawat di rumah dan kapan harus segera membawa penderita ke rumah sakit.

Bagaimana virus dengue menular

Nyamuk Aedes aegypti aktif menggigit pada pagi dan sore hari, dan biasanya hidup di dalam atau di sekitar rumah. Ketika nyamuk menggigit orang yang sedang mengandung virus dengue di darahnya, virus ikut terhisap, berkembang di tubuh nyamuk selama beberapa hari, lalu ditularkan ke orang lain pada gigitan berikutnya.

Artinya, satu penderita DBD di sebuah lingkungan dapat menjadi sumber penularan bagi tetangga sekitarnya bila populasi nyamuk tidak dikendalikan. Inilah sebabnya pemberantasan sarang nyamuk perlu dilakukan bersama-sama satu lingkungan, bukan hanya di rumah yang ada penderitanya. Perlu diketahui pula bahwa ada empat tipe virus dengue, sehingga seseorang bisa terkena DBD lebih dari sekali seumur hidup, dan infeksi berikutnya kadang justru lebih berat.

Perjalanan penyakit dalam tiga fase

Memahami tiga fase DBD membantu keluarga tahu kapan harus lebih waspada, bukan justru lengah. Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap penderita sudah sembuh ketika demam turun, padahal saat itulah fase paling kritis.

  1. Fase demam (hari 1–3): demam tinggi mendadak, nyeri kepala, nyeri di belakang mata, serta nyeri otot dan sendi. Nafsu makan menurun dan tubuh terasa sangat lemas.
  2. Fase kritis (hari 4–6): demam justru turun. Banyak keluarga mengira penderita membaik, padahal inilah fase paling berbahaya karena kebocoran plasma dapat terjadi dan tekanan darah bisa turun. Sebagian besar tanda bahaya muncul pada fase ini.
  3. Fase pemulihan (hari 6–7 ke atas): kondisi berangsur membaik, cairan yang bocor kembali ke pembuluh darah, nafsu makan pulih, dan jumlah trombosit perlahan naik.

Gejala yang perlu diwaspadai

  • Demam tinggi mendadak selama 2–7 hari
  • Nyeri kepala hebat, nyeri di belakang mata, serta nyeri otot dan sendi
  • Mual, muntah, dan hilang nafsu makan
  • Wajah dan kulit tampak kemerahan
  • Bintik-bintik merah di kulit (ruam)
  • Pada kondisi berat: perdarahan gusi, mimisan, atau muncul memar tanpa sebab

Tanda bahaya — segera ke IGD

Waspadai terutama saat demam mulai turun. Bawa segera ke rumah sakit bila muncul: nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, perdarahan (gusi, mimisan, atau muntah/BAB kehitaman), tubuh sangat lemas dan gelisah, tangan dan kaki teraba dingin dan lembap, atau tidak buang air kecil selama lebih dari 6 jam.

Pencegahan: 3M Plus

Belum ada obat yang secara langsung membunuh virus dengue, sehingga mencegah penularan adalah kunci utama. Cara paling efektif adalah memberantas sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus yang dilakukan rutin, minimal seminggu sekali, karena telur dan jentik nyamuk hanya butuh beberapa hari untuk menjadi nyamuk dewasa.

  1. Menguras dan menyikat dinding tempat penampungan air seperti bak mandi, ember, dan vas bunga
  2. Menutup rapat semua tempat penampungan air
  3. Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air hujan
  4. Plus: memakai kelambu atau losion anti-nyamuk, memasang kawat kasa, menabur larvasida pada penampungan air yang sulit dikuras, serta memelihara ikan pemakan jentik

Perawatan saat sudah terkena

Kunci perawatan DBD adalah mencegah dehidrasi dan memantau tanda bahaya. Penderita perlu banyak minum, cukup istirahat, dan dapat mengonsumsi obat penurun demam berbahan parasetamol sesuai dosis. Hindari obat golongan aspirin atau ibuprofen karena dapat meningkatkan risiko perdarahan.

Pemeriksaan darah berkala diperlukan untuk memantau jumlah trombosit dan kekentalan darah (hematokrit), sehingga pemantauan oleh tenaga kesehatan sangat dianjurkan. Tidak semua penderita perlu dirawat inap, tetapi keputusan itu sebaiknya diambil oleh dokter setelah menilai kondisi dan hasil pemeriksaan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah jus jambu atau angkak bisa menyembuhkan DBD?
Belum ada bukti kuat bahwa makanan atau minuman tertentu dapat menyembuhkan DBD atau menaikkan trombosit secara bermakna. Yang paling penting adalah kecukupan cairan dan pemantauan medis. Silakan konsumsi bila membuat penderita mau makan dan minum, tetapi jangan menjadikannya pengganti perawatan.
Kalau demam sudah turun, apakah berarti sembuh?
Belum tentu. Justru saat demam turun di hari ke-4 sampai ke-6, penderita memasuki fase kritis. Tetap pantau tanda bahaya dan lanjutkan minum cukup pada masa ini.
Apakah DBD bisa dicegah dengan vaksin?
Vaksin dengue tersedia untuk kelompok tertentu, tetapi indikasinya perlu dinilai dokter. Pemberantasan sarang nyamuk tetap menjadi pencegahan utama untuk semua orang.

Catatan

Artikel ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan dokter. Setiap orang memiliki kondisi yang berbeda, jadi untuk keluhan yang Anda alami silakan berkonsultasi langsung dengan dokter di RS Anggrek Mas. Untuk keadaan gawat darurat, hubungi IGD 24 jam di (021) 5305720.

Artikel lainnya

Chat CS