Memahami Hipertensi, Si Pembunuh Senyap
Oleh Tim RS Anggrek Mas3 menit baca

Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, sering disebut "pembunuh senyap" karena banyak orang tidak merasakan gejala apa pun selama bertahun-tahun. Padahal, selama itu pula tekanan yang tinggi terus membebani pembuluh darah dan organ penting. Ketika keluhan akhirnya muncul, kerusakan yang terjadi kerap sudah berat. Inilah alasan pemeriksaan tekanan darah rutin jauh lebih dapat diandalkan daripada menunggu "merasa tidak enak badan".
Hipertensi termasuk masalah kesehatan yang sangat umum, dan jumlah penderitanya terus meningkat seiring perubahan gaya hidup. Kabar baiknya, tekanan darah adalah salah satu faktor risiko penyakit berat yang paling dapat dikendalikan — asalkan diketahui dan ditangani lebih awal.
Memahami angka tekanan darah
Tekanan darah ditulis dalam dua angka, misalnya 120/80 mmHg. Angka atas (sistolik) adalah tekanan saat jantung memompa, sedangkan angka bawah (diastolik) adalah tekanan saat jantung beristirahat di antara denyut. Keduanya penting, dan salah satu saja yang tinggi sudah perlu diperhatikan.
| Kategori | Sistolik (mmHg) | Diastolik (mmHg) |
|---|---|---|
| Normal | Kurang dari 120 | Kurang dari 80 |
| Pra-hipertensi | 120–139 | 80–89 |
| Hipertensi | 140 atau lebih | 90 atau lebih |
Satu kali angka tinggi belum tentu berarti hipertensi — tekanan darah dapat naik sementara karena stres, nyeri, atau baru beraktivitas. Diagnosis ditegakkan bila tekanan darah konsisten tinggi pada beberapa kali pengukuran di waktu yang berbeda, dalam keadaan tenang.
Faktor risiko
Sebagian faktor tidak dapat diubah, tetapi banyak yang berada dalam kendali kita. Justru pada faktor yang bisa diubah inilah upaya pencegahan memberi hasil terbesar.
- Usia lanjut dan riwayat hipertensi dalam keluarga
- Konsumsi garam berlebih dan pola makan tidak seimbang
- Kurang aktivitas fisik serta berat badan berlebih
- Merokok dan konsumsi alkohol
- Stres kronis dan kurang tidur
Mengapa hipertensi berbahaya
Tekanan tinggi yang terus-menerus mempercepat pengerasan dan penyempitan pembuluh darah di seluruh tubuh. Akibatnya, risiko sejumlah penyakit serius meningkat.
- Stroke, karena pembuluh darah otak lebih mudah tersumbat atau pecah
- Serangan jantung dan gagal jantung
- Gangguan ginjal hingga gagal ginjal
- Gangguan penglihatan akibat kerusakan pembuluh darah mata
Justru karena kerusakan ini berlangsung tanpa keluhan, pengendalian sejak dini memberi manfaat paling besar. Menurunkan tekanan darah, bahkan sedikit saja, sudah menurunkan risiko komplikasi tersebut.
Mengelola tekanan darah
- Batasi garam maksimal satu sendok teh (sekitar 5 gram) per hari, termasuk garam tersembunyi di makanan kemasan dan penyedap
- Perbanyak sayur dan buah, kurangi makanan berlemak dan gorengan
- Aktif bergerak minimal 30 menit sehari, sekitar 5 hari seminggu
- Jaga berat badan ideal, berhenti merokok, dan batasi alkohol
- Kelola stres dan tidur cukup 7–8 jam
- Bila diberi obat oleh dokter, minum teratur dan jangan berhenti sendiri meski merasa sudah sehat
Jangan hentikan obat tanpa anjuran
Pertanyaan yang sering diajukan
Saya tidak merasakan gejala apa pun, apakah tetap perlu berobat?
Apakah hipertensi bisa sembuh total?
Seberapa sering saya perlu memeriksa tekanan darah?
Catatan


