IGD 24 Jam · (021) 5305720 @rumahsakitanggrekmas_ Poliklinik buka hingga 21.00 ID / EN
Informasi

Mencegah Osteoporosis, Menjaga Tulang Kuat

Tulang keropos berkembang tanpa gejala hingga terjadi patah tulang. Kabar baiknya, osteoporosis sebagian besar dapat dicegah — dan usahanya dimulai sejak muda.

Oleh Tim RS Anggrek Mas 2 menit baca

Sekelompok perempuan lanjut usia senam bersama di taman

Foto oleh Khanh Do di Unsplash

Daftar isi (4 bagian)
  1. Bagaimana tulang bekerja
  2. Siapa yang lebih berisiko
  3. Cara menjaga tulang
  4. Pertanyaan yang sering diajukan

Osteoporosis adalah kondisi ketika kepadatan tulang menurun sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah, kadang hanya karena benturan ringan atau terjatuh dari posisi berdiri. Penyakit ini sering disebut "silent disease" karena berkembang tanpa gejala selama bertahun-tahun, dan sering baru diketahui setelah terjadi patah tulang. Karena itu pencegahan jauh lebih berharga daripada pengobatan.

Patah tulang akibat osteoporosis, terutama pada panggul dan tulang belakang, dapat sangat menurunkan kualitas hidup lansia. Menjaga tulang tetap kuat adalah investasi yang manfaatnya terasa justru di usia senja.

Bagaimana tulang bekerja

Tulang adalah jaringan hidup yang terus diperbarui sepanjang hidup — sebagian dibongkar, sebagian dibangun kembali. Sepanjang masa kanak-kanak hingga sekitar usia 30 tahun, tubuh membangun kepadatan tulang hingga mencapai puncaknya.

Setelah itu, kepadatan tulang perlahan menurun seiring usia. Semakin tinggi "tabungan" kepadatan tulang yang dibangun saat muda, semakin besar cadangan yang tersisa untuk usia tua. Inilah sebabnya kebiasaan sehat sejak muda sangat menentukan.

Siapa yang lebih berisiko

  • Perempuan, terutama setelah menopause karena penurunan estrogen
  • Usia lanjut
  • Riwayat osteoporosis atau patah tulang dalam keluarga
  • Kurang asupan kalsium dan vitamin D
  • Kurang aktivitas fisik, merokok, dan konsumsi alkohol berlebih
  • Bertubuh sangat kurus atau penggunaan obat tertentu jangka panjang

Cara menjaga tulang

  • Cukupi asupan kalsium dari susu, ikan teri, tahu, tempe, dan sayuran hijau
  • Cukupi vitamin D, antara lain dari paparan sinar matahari pagi secukupnya
  • Lakukan latihan menahan beban seperti jalan cepat, jogging, atau angkat beban ringan
  • Hindari rokok dan batasi alkohol
  • Cegah risiko jatuh di rumah, terutama bagi lansia
  • Periksa kepadatan tulang bila memiliki faktor risiko

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah osteoporosis hanya menyerang perempuan?

Perempuan memang lebih berisiko, terutama setelah menopause, tetapi laki-laki juga bisa mengalami osteoporosis, khususnya di usia lanjut. Pencegahan berlaku untuk semua.

Seberapa lama perlu berjemur untuk vitamin D?

Paparan sinar matahari pagi selama beberapa menit pada kulit beberapa kali seminggu umumnya membantu, tanpa perlu berlebihan hingga kulit terbakar. Sumber vitamin D dari makanan dan, bila perlu, suplemen atas anjuran dokter juga membantu.

Apakah minum suplemen kalsium selalu diperlukan?

Idealnya kalsium dipenuhi dari makanan. Suplemen dipertimbangkan bila asupan dari makanan kurang atau atas anjuran dokter, karena konsumsi berlebihan pun tidak dianjurkan. Diskusikan kebutuhan Anda dengan dokter.

Diterbitkan 13 September 2026Bagikan artikel ini

Butuh pertolongan segera?

IGD kami siaga 24 jam, setiap hari, tanpa perlu janji temu.