Informasi

Diabetes Tipe 2: Kenali, Cegah, Kendalikan

Oleh Tim RS Anggrek Mas3 menit baca

Alat pengukur gula darah dan strip tes di tangan
Foto oleh isens usa di Unsplash

Diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh tidak lagi menggunakan insulin secara efektif — kondisi yang disebut resistensi insulin — sehingga kadar gula (glukosa) dalam darah meningkat. Berbeda dengan diabetes tipe 1 yang biasanya muncul sejak usia muda, tipe 2 berkembang bertahap selama bertahun-tahun dan sangat erat kaitannya dengan gaya hidup. Kabar baiknya, hal ini juga berarti banyak kasus dapat dicegah dan dikendalikan.

Diabetes tipe 2 adalah bentuk diabetes yang paling banyak dijumpai. Ia tidak hanya menyerang orang lanjut usia; dengan pola makan tinggi gula dan gaya hidup kurang gerak, kasus pada usia yang lebih muda juga terus bertambah.

Mengapa gula darah menjadi masalah

Insulin adalah hormon yang membantu glukosa masuk ke dalam sel untuk dijadikan energi. Pada diabetes tipe 2, sel menjadi kurang peka terhadap insulin, sehingga glukosa menumpuk di darah alih-alih dipakai. Untuk sementara pankreas berusaha mengimbangi dengan memproduksi lebih banyak insulin, tetapi lama-kelamaan kemampuannya menurun.

Kadar gula yang tinggi dalam jangka panjang merusak pembuluh darah dan saraf. Inilah yang memicu berbagai komplikasi diabetes, mulai dari gangguan mata, ginjal, jantung, hingga luka kaki yang sulit sembuh. Karena itu, mengendalikan gula darah sama artinya dengan mencegah komplikasi ini.

Gejala umum

  • Sering merasa haus dan sering buang air kecil, terutama malam hari
  • Mudah lelah dan lemas
  • Berat badan turun tanpa sebab jelas
  • Cepat lapar meski sudah makan
  • Luka yang lambat sembuh dan sering infeksi
  • Pandangan kabur serta kesemutan pada tangan atau kaki

Gejala ini sering ringan pada awalnya sehingga mudah diabaikan. Banyak orang baru mengetahui dirinya diabetes saat pemeriksaan untuk keluhan lain, atau ketika komplikasi sudah muncul. Karena itu penapisan gula darah penting bagi mereka yang berisiko.

Siapa yang lebih berisiko

  • Memiliki keluarga dekat dengan diabetes
  • Berat badan berlebih, terutama lemak di sekitar perut
  • Jarang bergerak dan pola makan tinggi gula serta karbohidrat olahan
  • Berusia di atas 40 tahun
  • Memiliki tekanan darah tinggi atau kolesterol tidak terkendali
  • Riwayat diabetes saat hamil atau melahirkan bayi besar

Langkah pencegahan dan pengendalian

Prinsipnya sama, baik untuk mencegah maupun mengendalikan: jaga gula darah tetap stabil melalui pola hidup, dan pantau secara berkala. Perubahan kecil yang konsisten memberi hasil yang jauh lebih baik daripada usaha ekstrem yang sesaat.

  • Jaga berat badan ideal — menurunkan sedikit berat badan saja sudah sangat membantu
  • Kurangi gula, minuman manis, dan karbohidrat olahan seperti nasi putih berlebih dan tepung
  • Perbanyak serat dari sayur, buah utuh, dan biji-bijian
  • Aktif bergerak minimal 150 menit per minggu
  • Periksa gula darah secara berkala, terutama bila memiliki faktor risiko
  • Bagi yang sudah didiagnosis: minum obat sesuai anjuran, rawat kaki dengan baik, dan lakukan kontrol rutin

Diabetes bisa dikendalikan

Dengan pola makan yang tepat, aktivitas fisik, dan pengobatan bila diperlukan, banyak penderita diabetes tipe 2 hidup aktif dan sehat serta terhindar dari komplikasi. Kuncinya adalah konsistensi jangka panjang, bukan usaha sesaat.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah penderita diabetes tidak boleh makan nasi sama sekali?
Tidak harus dihindari total, tetapi porsinya perlu dikendalikan dan sebaiknya diimbangi serat. Yang penting adalah jumlah dan jenis karbohidrat secara keseluruhan. Ahli gizi dapat membantu menyusun porsi yang sesuai.
Kalau gula darah sudah normal, bolehkah berhenti minum obat?
Jangan menghentikan obat sendiri. Gula darah yang normal justru sering merupakan hasil dari obat yang bekerja. Perubahan dosis harus atas penilaian dokter.
Apakah diabetes selalu berujung pada suntik insulin?
Tidak selalu. Banyak penderita cukup dengan obat minum dan perbaikan gaya hidup. Insulin diperlukan pada kondisi tertentu, dan itu bukan tanda kegagalan, melainkan salah satu cara mengendalikan gula darah.

Catatan

Artikel ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan dokter. Setiap orang memiliki kondisi yang berbeda, jadi untuk keluhan yang Anda alami silakan berkonsultasi langsung dengan dokter di RS Anggrek Mas. Untuk keadaan gawat darurat, hubungi IGD 24 jam di (021) 5305720.

Artikel lainnya

Memahami Hipertensi, Si Pembunuh Senyap

Tekanan darah tinggi jarang memberi gejala, tetapi diam-diam merusak jantung, otak, dan ginjal. Pahami angka tekanan darah Anda, faktor risikonya, dan langkah nyata untuk mengendalikannya.

3 menit baca

Mengenali dan Mencegah Demam Berdarah Dengue

Demam berdarah naik setiap musim hujan dan bisa berubah cepat menjadi berat. Kenali perjalanan penyakitnya, tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan, dan cara memutus perkembangbiakan nyamuk di rumah.

4 menit baca

Chat CS