Diabetes Tipe 2: Kenali, Cegah, Kendalikan
Oleh Tim RS Anggrek Mas3 menit baca

Diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh tidak lagi menggunakan insulin secara efektif — kondisi yang disebut resistensi insulin — sehingga kadar gula (glukosa) dalam darah meningkat. Berbeda dengan diabetes tipe 1 yang biasanya muncul sejak usia muda, tipe 2 berkembang bertahap selama bertahun-tahun dan sangat erat kaitannya dengan gaya hidup. Kabar baiknya, hal ini juga berarti banyak kasus dapat dicegah dan dikendalikan.
Diabetes tipe 2 adalah bentuk diabetes yang paling banyak dijumpai. Ia tidak hanya menyerang orang lanjut usia; dengan pola makan tinggi gula dan gaya hidup kurang gerak, kasus pada usia yang lebih muda juga terus bertambah.
Mengapa gula darah menjadi masalah
Insulin adalah hormon yang membantu glukosa masuk ke dalam sel untuk dijadikan energi. Pada diabetes tipe 2, sel menjadi kurang peka terhadap insulin, sehingga glukosa menumpuk di darah alih-alih dipakai. Untuk sementara pankreas berusaha mengimbangi dengan memproduksi lebih banyak insulin, tetapi lama-kelamaan kemampuannya menurun.
Kadar gula yang tinggi dalam jangka panjang merusak pembuluh darah dan saraf. Inilah yang memicu berbagai komplikasi diabetes, mulai dari gangguan mata, ginjal, jantung, hingga luka kaki yang sulit sembuh. Karena itu, mengendalikan gula darah sama artinya dengan mencegah komplikasi ini.
Gejala umum
- Sering merasa haus dan sering buang air kecil, terutama malam hari
- Mudah lelah dan lemas
- Berat badan turun tanpa sebab jelas
- Cepat lapar meski sudah makan
- Luka yang lambat sembuh dan sering infeksi
- Pandangan kabur serta kesemutan pada tangan atau kaki
Gejala ini sering ringan pada awalnya sehingga mudah diabaikan. Banyak orang baru mengetahui dirinya diabetes saat pemeriksaan untuk keluhan lain, atau ketika komplikasi sudah muncul. Karena itu penapisan gula darah penting bagi mereka yang berisiko.
Siapa yang lebih berisiko
- Memiliki keluarga dekat dengan diabetes
- Berat badan berlebih, terutama lemak di sekitar perut
- Jarang bergerak dan pola makan tinggi gula serta karbohidrat olahan
- Berusia di atas 40 tahun
- Memiliki tekanan darah tinggi atau kolesterol tidak terkendali
- Riwayat diabetes saat hamil atau melahirkan bayi besar
Langkah pencegahan dan pengendalian
Prinsipnya sama, baik untuk mencegah maupun mengendalikan: jaga gula darah tetap stabil melalui pola hidup, dan pantau secara berkala. Perubahan kecil yang konsisten memberi hasil yang jauh lebih baik daripada usaha ekstrem yang sesaat.
- Jaga berat badan ideal — menurunkan sedikit berat badan saja sudah sangat membantu
- Kurangi gula, minuman manis, dan karbohidrat olahan seperti nasi putih berlebih dan tepung
- Perbanyak serat dari sayur, buah utuh, dan biji-bijian
- Aktif bergerak minimal 150 menit per minggu
- Periksa gula darah secara berkala, terutama bila memiliki faktor risiko
- Bagi yang sudah didiagnosis: minum obat sesuai anjuran, rawat kaki dengan baik, dan lakukan kontrol rutin
Diabetes bisa dikendalikan
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah penderita diabetes tidak boleh makan nasi sama sekali?
Kalau gula darah sudah normal, bolehkah berhenti minum obat?
Apakah diabetes selalu berujung pada suntik insulin?
Catatan


