Informasi

Diare pada Anak: Mencegah Dehidrasi

2 menit baca

Diare adalah buang air besar yang lebih cair dan lebih sering dari biasanya. Pada anak, sebagian besar diare disebabkan infeksi virus dan akan membaik sendiri dalam beberapa hari. Yang berbahaya bukan diarenya, melainkan cairan dan garam tubuh yang ikut terbuang.

Tubuh anak menyimpan cadangan cairan lebih sedikit dibanding orang dewasa, sehingga dehidrasi bisa terjadi jauh lebih cepat. Karena itu fokus perawatan di rumah adalah mengganti cairan, bukan menghentikan diarenya.

Tanda dehidrasi menurut tingkatannya

Yang perlu diperhatikan orang tua
TingkatYang terlihat
RinganAnak lebih haus dari biasanya, mulut agak kering, masih aktif bermain
SedangRewel atau gelisah, mata tampak cekung, air mata berkurang, buang air kecil lebih jarang, kulit lambat kembali saat dicubit
BeratSangat lemas atau sulit dibangunkan, tidak mau minum, tidak buang air kecil lebih dari enam jam, napas cepat, tangan dan kaki dingin

Dehidrasi berat adalah kegawatan

Anak yang sangat lemas, sulit dibangunkan, menolak minum, atau tidak buang air kecil lebih dari enam jam perlu ditangani segera. Begitu pula bila ada darah pada tinja, muntah terus-menerus sehingga tidak ada cairan yang masuk, atau demam tinggi yang tidak turun. Hubungi IGD 24 jam di (021) 5305720.

Cara memberi cairan yang benar

  1. Beri sedikit tapi sering. Satu sampai dua sendok teh setiap satu sampai dua menit jauh lebih efektif daripada satu gelas sekaligus, yang justru sering dimuntahkan.
  2. Gunakan oralit sesuai takaran pada kemasan. Oralit menggantikan garam tubuh yang ikut hilang, yang tidak bisa digantikan air putih saja.
  3. Teruskan ASI atau susu seperti biasa. Menyusui tidak perlu dihentikan saat anak diare.
  4. Tetap berikan makan bila anak mau, dengan porsi kecil dan lebih sering.
  5. Bila anak muntah, tunggu sekitar sepuluh menit lalu mulai lagi dengan jumlah lebih kecil dan lebih perlahan.

Yang sebaiknya dihindari

Minuman bersoda, jus manis, dan minuman olahraga tidak menggantikan oralit — kadar gulanya justru dapat menarik lebih banyak cairan ke usus dan memperberat diare. Obat penghenti diare untuk orang dewasa tidak boleh diberikan kepada anak tanpa arahan dokter.
Perlukah anak dipuasakan saat diare?
Tidak. Memuaskan anak justru memperlambat pemulihan usus. Beri makanan yang mudah dicerna dalam porsi kecil dan sering, sesuai selera anak.
Apakah diare selalu perlu antibiotik?
Tidak. Sebagian besar diare pada anak disebabkan virus dan tidak membaik dengan antibiotik. Pemberian yang tidak perlu justru berisiko. Dokter yang menilai apakah antibiotik dibutuhkan.
Kapan anak boleh kembali ke sekolah?
Umumnya setelah tidak lagi diare selama 24 jam dan kondisinya pulih. Cuci tangan yang benar di rumah membantu mencegah penularan ke anggota keluarga lain.

Anak diare dan Anda ragu?

Poli Spesialis Anak RS Anggrek Mas melayani pemeriksaan dan konsultasi kesehatan anak. Lihat jadwal dokternya, atau hubungi kami lewat WhatsApp 0811-8105-720 dan telepon (021) 5305720.

Lihat Poli Spesialis Anak

Catatan

Artikel ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan dokter. Setiap orang memiliki kondisi yang berbeda, jadi untuk keluhan yang Anda alami silakan berkonsultasi langsung dengan dokter di RS Anggrek Mas. Untuk keadaan gawat darurat, hubungi IGD 24 jam di (021) 5305720.

Artikel lainnya

Masalah Menyusui yang Sering Dialami Ibu

Puting lecet, payudara bengkak, dan rasa ASI kurang adalah keluhan paling sering pada pekan-pekan awal. Sebagian besar bisa diatasi bila diketahui sebabnya.

2 menit baca

Pemeriksaan Kehamilan Rutin, Kenapa Penting

Kontrol kehamilan bukan sekadar memastikan bayi sehat. Sebagian besar manfaatnya justru menemukan masalah yang belum menimbulkan keluhan apa pun.

2 menit baca

Asam Urat: Mengendalikan Nyeri Sendi

Serangan asam urat datang mendadak, sering di malam hari, dan paling sering menyerang jempol kaki. Kenali pemicunya dan cara mengendalikannya jangka panjang.

2 menit baca

Chat CS