Diare pada Anak: Mencegah Dehidrasi
2 menit baca
Diare adalah buang air besar yang lebih cair dan lebih sering dari biasanya. Pada anak, sebagian besar diare disebabkan infeksi virus dan akan membaik sendiri dalam beberapa hari. Yang berbahaya bukan diarenya, melainkan cairan dan garam tubuh yang ikut terbuang.
Tubuh anak menyimpan cadangan cairan lebih sedikit dibanding orang dewasa, sehingga dehidrasi bisa terjadi jauh lebih cepat. Karena itu fokus perawatan di rumah adalah mengganti cairan, bukan menghentikan diarenya.
Tanda dehidrasi menurut tingkatannya
| Tingkat | Yang terlihat |
|---|---|
| Ringan | Anak lebih haus dari biasanya, mulut agak kering, masih aktif bermain |
| Sedang | Rewel atau gelisah, mata tampak cekung, air mata berkurang, buang air kecil lebih jarang, kulit lambat kembali saat dicubit |
| Berat | Sangat lemas atau sulit dibangunkan, tidak mau minum, tidak buang air kecil lebih dari enam jam, napas cepat, tangan dan kaki dingin |
Dehidrasi berat adalah kegawatan
Cara memberi cairan yang benar
- Beri sedikit tapi sering. Satu sampai dua sendok teh setiap satu sampai dua menit jauh lebih efektif daripada satu gelas sekaligus, yang justru sering dimuntahkan.
- Gunakan oralit sesuai takaran pada kemasan. Oralit menggantikan garam tubuh yang ikut hilang, yang tidak bisa digantikan air putih saja.
- Teruskan ASI atau susu seperti biasa. Menyusui tidak perlu dihentikan saat anak diare.
- Tetap berikan makan bila anak mau, dengan porsi kecil dan lebih sering.
- Bila anak muntah, tunggu sekitar sepuluh menit lalu mulai lagi dengan jumlah lebih kecil dan lebih perlahan.
Yang sebaiknya dihindari
Perlukah anak dipuasakan saat diare?
Apakah diare selalu perlu antibiotik?
Kapan anak boleh kembali ke sekolah?
Anak diare dan Anda ragu?
Poli Spesialis Anak RS Anggrek Mas melayani pemeriksaan dan konsultasi kesehatan anak. Lihat jadwal dokternya, atau hubungi kami lewat WhatsApp 0811-8105-720 dan telepon (021) 5305720.
Catatan