Informasi

Masalah Menyusui yang Sering Dialami Ibu

2 menit baca

Menyusui sering digambarkan sebagai hal yang alami dan otomatis. Kenyataannya, bagi banyak ibu pekan-pekan pertama justru penuh kesulitan — dan kesulitan itu bukan tanda gagal, melainkan hal yang sangat umum dan sebagian besar bisa diatasi.

Yang disayangkan, banyak ibu berhenti menyusui lebih awal bukan karena ASI benar-benar tidak cukup, melainkan karena masalah yang sebenarnya bisa diperbaiki.

Puting lecet dan nyeri

Menyusui yang benar seharusnya tidak menimbulkan nyeri menetap. Nyeri dan lecet paling sering disebabkan pelekatan yang kurang tepat — bayi hanya mengisap ujung puting, bukan sebagian besar areola. Memperbaiki posisi dan pelekatan biasanya meredakan nyeri dengan cepat.

  • Pastikan mulut bayi terbuka lebar sebelum dilekatkan, bukan sekadar menempel
  • Dagu bayi menempel ke payudara dan hidungnya bebas bernapas
  • Sebagian besar areola masuk ke mulut, terutama bagian bawahnya
  • Bila nyeri, lepaskan perlahan dengan menyelipkan jari di sudut mulut, lalu ulangi

Payudara bengkak dan terasa penuh

Payudara yang membengkak, keras, dan nyeri sering muncul pada hari-hari awal ketika produksi ASI meningkat. Yang membantu adalah mengosongkan payudara lebih sering, bukan menundanya karena sakit.

  • Susui lebih sering, termasuk pada malam hari
  • Perah sedikit sebelum menyusui agar areola lebih lunak dan bayi lebih mudah melekat
  • Kompres hangat sebelum menyusui, kompres dingin setelahnya bila membantu
  • Hindari bra yang terlalu menekan

Bukan bengkak biasa bila

Payudara nyeri disertai demam, menggigil, badan terasa seperti flu, atau ada bagian yang merah, keras, dan panas. Itu tanda peradangan yang perlu diperiksa — jangan menghentikan menyusui tanpa arahan, karena mengosongkan payudara justru bagian dari penanganannya.

"Apakah ASI saya cukup?"

Ini kekhawatiran paling sering, dan sering keliru dinilai. Payudara yang terasa lembek atau bayi yang menyusu sebentar-sebentar bukan ukuran kecukupan ASI. Yang lebih dapat dipercaya adalah apa yang keluar dari bayi dan bagaimana berat badannya bertambah.

Tanda bayi mendapat cukup ASI
Yang diperhatikanGambaran umum
Popok basahSemakin sering setelah hari-hari pertama, air seni jernih dan tidak pekat
Buang air besarBerubah warna dari hitam kehijauan menjadi kuning pada pekan pertama
Saat menyusuTerdengar suara menelan, bukan hanya gerakan mengisap
Setelah menyusuBayi tampak tenang dan puas
Berat badanNaik sesuai pemantauan tenaga kesehatan

Menyusui adalah keterampilan yang dipelajari

Bagi ibu maupun bayi, menyusui perlu waktu untuk terbiasa. Meminta bantuan pada pekan-pekan awal bukan tanda tidak mampu — justru itu yang membuat banyak ibu bisa meneruskan menyusui lebih lama.

Mengalami kesulitan menyusui?

Poli Klinik Laktasi RS Anggrek Mas melayani konsultasi seputar menyusui. Lihat layanannya, atau hubungi kami lewat WhatsApp 0811-8105-720 dan telepon (021) 5305720 untuk menanyakan jadwal.

Lihat Poli Klinik Laktasi

Catatan

Artikel ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan dokter. Setiap orang memiliki kondisi yang berbeda, jadi untuk keluhan yang Anda alami silakan berkonsultasi langsung dengan dokter di RS Anggrek Mas. Untuk keadaan gawat darurat, hubungi IGD 24 jam di (021) 5305720.

Artikel lainnya

Pemeriksaan Kehamilan Rutin, Kenapa Penting

Kontrol kehamilan bukan sekadar memastikan bayi sehat. Sebagian besar manfaatnya justru menemukan masalah yang belum menimbulkan keluhan apa pun.

2 menit baca

Diare pada Anak: Mencegah Dehidrasi

Yang membahayakan anak saat diare bukan diarenya, melainkan kehilangan cairan. Kenali tanda dehidrasi dan cara memberi cairan yang benar di rumah.

2 menit baca

Asam Urat: Mengendalikan Nyeri Sendi

Serangan asam urat datang mendadak, sering di malam hari, dan paling sering menyerang jempol kaki. Kenali pemicunya dan cara mengendalikannya jangka panjang.

2 menit baca

Chat CS