Mengenali Tanda Stroke dan Tindakan Cepat
Oleh Tim RS Anggrek Mas3 menit baca

Stroke terjadi ketika aliran darah ke sebagian otak terganggu, baik karena pembuluh darah tersumbat maupun pecah. Tanpa pasokan darah, sel-sel otak mulai mati dalam hitungan menit. Karena itu stroke adalah keadaan darurat medis: semakin cepat ditangani, semakin besar peluang pulih dan semakin kecil risiko kecacatan menetap.
Stroke dapat menyerang siapa saja, dan kini tidak hanya menimpa orang lanjut usia. Mengenali tandanya dengan cepat — dan tidak menunggu-nunggu — adalah faktor yang paling menentukan hasil akhirnya.
Dua jenis stroke
- Stroke iskemik: paling sering terjadi, disebabkan sumbatan pada pembuluh darah otak
- Stroke perdarahan: terjadi karena pembuluh darah di otak pecah, sering berkaitan dengan tekanan darah tinggi yang tidak terkendali
Ada pula "stroke ringan" atau serangan iskemik sesaat (TIA), di mana gejala stroke muncul lalu hilang dalam waktu singkat. TIA jangan diabaikan — ia adalah peringatan keras bahwa stroke yang sesungguhnya bisa segera menyusul, dan tetap perlu diperiksa.
Kenali dengan "SeGeRa Ke RS"
Kementerian Kesehatan memperkenalkan singkatan yang mudah diingat untuk mengenali tanda stroke:
- Senyum tidak simetris atau mulut mencong tiba-tiba
- Gerak separuh anggota tubuh melemah mendadak
- bicaRa pelo, cadel, atau tidak nyambung
- Kebas atau baal pada separuh tubuh
- Rabun, pandangan kabur atau ganda mendadak
- sakit Kepala hebat tanpa sebab jelas, disertai gangguan keseimbangan
Waktu adalah otak — segera ke IGD
Mencegah stroke
Sebagian besar stroke dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risikonya. Banyak di antaranya sama dengan faktor risiko penyakit jantung.
- Kendalikan tekanan darah tinggi — ini faktor risiko terbesar
- Kelola gula darah dan kolesterol
- Berhenti merokok dan batasi alkohol
- Aktif bergerak dan jaga berat badan ideal
- Periksa kesehatan secara berkala, terutama bila memiliki faktor risiko atau gangguan irama jantung
Setelah stroke: pemulihan itu mungkin
Banyak penyintas stroke dapat memulihkan sebagian besar kemampuannya melalui rehabilitasi seperti fisioterapi dan terapi wicara. Pemulihan membutuhkan waktu, kesabaran, dan dukungan keluarga. Mengendalikan faktor risiko setelah stroke juga penting untuk mencegah serangan berikutnya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Gejala hilang sendiri dalam beberapa menit, masih perlu ke rumah sakit?
Apakah stroke bisa menyerang orang muda?
Apa yang tidak boleh dilakukan saat menolong orang stroke?
Catatan


