Informasi

Mengenali Tanda Stroke dan Tindakan Cepat

Oleh Tim RS Anggrek Mas3 menit baca

Seorang dokter perempuan mengamati hasil pencitraan otak pada layar tablet di ruang praktik.
Foto oleh Vitaly Gariev di Unsplash

Stroke terjadi ketika aliran darah ke sebagian otak terganggu, baik karena pembuluh darah tersumbat maupun pecah. Tanpa pasokan darah, sel-sel otak mulai mati dalam hitungan menit. Karena itu stroke adalah keadaan darurat medis: semakin cepat ditangani, semakin besar peluang pulih dan semakin kecil risiko kecacatan menetap.

Stroke dapat menyerang siapa saja, dan kini tidak hanya menimpa orang lanjut usia. Mengenali tandanya dengan cepat — dan tidak menunggu-nunggu — adalah faktor yang paling menentukan hasil akhirnya.

Dua jenis stroke

  • Stroke iskemik: paling sering terjadi, disebabkan sumbatan pada pembuluh darah otak
  • Stroke perdarahan: terjadi karena pembuluh darah di otak pecah, sering berkaitan dengan tekanan darah tinggi yang tidak terkendali

Ada pula "stroke ringan" atau serangan iskemik sesaat (TIA), di mana gejala stroke muncul lalu hilang dalam waktu singkat. TIA jangan diabaikan — ia adalah peringatan keras bahwa stroke yang sesungguhnya bisa segera menyusul, dan tetap perlu diperiksa.

Kenali dengan "SeGeRa Ke RS"

Kementerian Kesehatan memperkenalkan singkatan yang mudah diingat untuk mengenali tanda stroke:

  • Senyum tidak simetris atau mulut mencong tiba-tiba
  • Gerak separuh anggota tubuh melemah mendadak
  • bicaRa pelo, cadel, atau tidak nyambung
  • Kebas atau baal pada separuh tubuh
  • Rabun, pandangan kabur atau ganda mendadak
  • sakit Kepala hebat tanpa sebab jelas, disertai gangguan keseimbangan

Waktu adalah otak — segera ke IGD

Bila menemukan satu saja dari tanda ini, segera bawa ke IGD dan catat jam pertama kali gejala muncul. Pada stroke iskemik, terapi tertentu hanya efektif bila diberikan dalam beberapa jam pertama. Jangan memberi makan atau minum, jangan menunggu gejala mereda, dan jangan tidur dulu dengan harapan membaik.

Mencegah stroke

Sebagian besar stroke dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risikonya. Banyak di antaranya sama dengan faktor risiko penyakit jantung.

  • Kendalikan tekanan darah tinggi — ini faktor risiko terbesar
  • Kelola gula darah dan kolesterol
  • Berhenti merokok dan batasi alkohol
  • Aktif bergerak dan jaga berat badan ideal
  • Periksa kesehatan secara berkala, terutama bila memiliki faktor risiko atau gangguan irama jantung

Setelah stroke: pemulihan itu mungkin

Banyak penyintas stroke dapat memulihkan sebagian besar kemampuannya melalui rehabilitasi seperti fisioterapi dan terapi wicara. Pemulihan membutuhkan waktu, kesabaran, dan dukungan keluarga. Mengendalikan faktor risiko setelah stroke juga penting untuk mencegah serangan berikutnya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Gejala hilang sendiri dalam beberapa menit, masih perlu ke rumah sakit?
Ya, tetap perlu. Gejala yang hilang sendiri bisa jadi TIA, sebuah peringatan bahwa stroke besar dapat segera terjadi. Pemeriksaan tetap diperlukan untuk mencegahnya.
Apakah stroke bisa menyerang orang muda?
Bisa. Meski risikonya meningkat dengan usia, stroke pada usia muda terjadi, sering berkaitan dengan tekanan darah tinggi, gaya hidup, atau kondisi tertentu. Kenali tandanya pada segala usia.
Apa yang tidak boleh dilakukan saat menolong orang stroke?
Jangan memberi makan, minum, atau obat lewat mulut karena berisiko tersedak. Baringkan dengan aman, catat waktu munculnya gejala, dan segera bawa ke IGD.

Catatan

Artikel ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan dokter. Setiap orang memiliki kondisi yang berbeda, jadi untuk keluhan yang Anda alami silakan berkonsultasi langsung dengan dokter di RS Anggrek Mas. Untuk keadaan gawat darurat, hubungi IGD 24 jam di (021) 5305720.

Artikel lainnya

Menjaga Kesehatan Jantung di Segala Usia

Penyakit jantung adalah penyebab kematian tertinggi, namun sebagian besar faktor risikonya dapat dikendalikan. Kenali kebiasaan yang menyehatkan jantung dan tanda serangan jantung.

3 menit baca

Mencegah Stunting Sejak Dini

Stunting bukan sekadar soal tinggi badan — ia memengaruhi perkembangan otak dan masa depan anak. Pencegahannya dimulai sejak kehamilan, pada periode 1.000 hari pertama kehidupan.

3 menit baca

ASI Eksklusif, Fondasi Kesehatan Bayi

Enam bulan pertama menyusui secara eksklusif memberi bayi nutrisi dan perlindungan yang tak tergantikan. Pahami manfaatnya bagi bayi dan ibu, serta tips agar menyusui berjalan lancar.

2 menit baca

Chat CS