Informasi

ASI Eksklusif, Fondasi Kesehatan Bayi

Oleh Tim RS Anggrek Mas2 menit baca

Seorang ibu menggendong bayinya
Foto oleh Hollie Santos di Unsplash

Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan yang paling sesuai dengan kebutuhan bayi. Pemberian ASI eksklusif berarti bayi hanya menerima ASI selama enam bulan pertama kehidupannya — tanpa tambahan air, madu, susu formula, atau makanan lain, kecuali obat atau vitamin yang dianjurkan dokter. Setelah usia enam bulan, ASI dilanjutkan bersama makanan pendamping hingga anak berusia dua tahun atau lebih.

ASI bukan sekadar sumber gizi. Ia adalah cairan hidup yang komposisinya berubah menyesuaikan usia dan kebutuhan bayi, bahkan dari awal hingga akhir satu kali menyusu. Karena itu, ASI sulit ditiru sepenuhnya oleh produk mana pun.

Manfaat bagi bayi

  • Kandungan gizinya lengkap dan komposisinya menyesuaikan kebutuhan bayi
  • Mengandung antibodi yang melindungi dari infeksi seperti diare dan radang paru
  • Mudah dicerna sehingga jarang menyebabkan gangguan pencernaan
  • Menurunkan risiko obesitas, alergi, dan beberapa penyakit di kemudian hari
  • Mendukung perkembangan otak dan sistem kekebalan

Manfaat bagi ibu

  • Membantu rahim kembali ke ukuran semula dan mengurangi perdarahan setelah melahirkan
  • Menurunkan risiko kanker payudara dan kanker indung telur
  • Mempererat ikatan batin antara ibu dan bayi
  • Praktis dan ekonomis karena selalu tersedia pada suhu yang tepat

Kolostrum, si emas kekuningan

ASI yang keluar pada hari-hari pertama disebut kolostrum. Jumlahnya sedikit dan berwarna kekuningan, tetapi sangat kaya antibodi dan zat gizi. Kolostrum adalah "imunisasi alami" pertama bagi bayi, jadi jangan dibuang meski jumlahnya terlihat sedikit — lambung bayi baru lahir memang masih sangat kecil.

Tips agar menyusui lancar

  1. Mulai menyusui sesegera mungkin setelah lahir melalui inisiasi menyusu dini
  2. Susui sesering mungkin sesuai permintaan bayi, siang maupun malam
  3. Pastikan pelekatan mulut bayi benar: mulut terbuka lebar dan menutupi sebagian besar areola, bukan hanya puting
  4. Ibu perlu cukup istirahat, minum yang banyak, dan makan bergizi
  5. Kelola stres — rasa tenang dan dukungan keluarga sangat membantu produksi ASI

Produksi ASI mengikuti permintaan

Semakin sering payudara dikosongkan, semakin banyak ASI diproduksi. Jika Anda merasa ASI kurang atau menemui kesulitan seperti puting lecet, jangan buru-buru menambah susu formula. Temui konselor laktasi atau dokter untuk mencari solusinya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana saya tahu bayi mendapat cukup ASI?
Tanda bayi cukup ASI antara lain: buang air kecil cukup sering (popok basah 6 kali atau lebih sehari setelah beberapa hari pertama), berat badan naik sesuai grafik, serta bayi tampak puas setelah menyusu. Pemantauan berat badan di posyandu membantu memastikannya.
Ibu bekerja, apakah masih bisa memberi ASI eksklusif?
Bisa. ASI dapat diperah dan disimpan sesuai aturan penyimpanan yang benar, lalu diberikan saat ibu bekerja. Memerah secara teratur juga menjaga produksi ASI tetap stabil.
Apakah ibu yang sedang sakit ringan boleh tetap menyusui?
Pada banyak kondisi ringan seperti batuk pilek, ibu tetap dianjurkan menyusui sambil menjaga kebersihan. Untuk penyakit tertentu atau saat mengonsumsi obat, konsultasikan lebih dulu dengan dokter.

Catatan

Artikel ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan dokter. Setiap orang memiliki kondisi yang berbeda, jadi untuk keluhan yang Anda alami silakan berkonsultasi langsung dengan dokter di RS Anggrek Mas. Untuk keadaan gawat darurat, hubungi IGD 24 jam di (021) 5305720.

Artikel lainnya

Pentingnya Imunisasi Lengkap pada Anak

Imunisasi adalah salah satu cara paling efektif melindungi anak dari penyakit berbahaya. Pahami cara kerjanya, penyakit apa saja yang dicegah, dan mengapa jadwal lengkap penting.

2 menit baca

Diabetes Tipe 2: Kenali, Cegah, Kendalikan

Diabetes tipe 2 berkembang perlahan dan sebagian besar berkaitan dengan gaya hidup. Kenali gejala awal, siapa saja yang berisiko, serta langkah untuk mencegah dan mengendalikannya.

3 menit baca

Memahami Hipertensi, Si Pembunuh Senyap

Tekanan darah tinggi jarang memberi gejala, tetapi diam-diam merusak jantung, otak, dan ginjal. Pahami angka tekanan darah Anda, faktor risikonya, dan langkah nyata untuk mengendalikannya.

3 menit baca

Chat CS