Informasi

Usus Buntu: Mengenali Nyeri yang Berpindah

Oleh Tim RS Anggrek Mas2 menit baca

Seseorang memegangi perut bagian bawah dengan kedua tangan sambil membungkuk menahan nyeri.
Foto oleh Ksenia Makagonova di Unsplash

Radang usus buntu atau apendisitis adalah salah satu penyebab nyeri perut akut yang paling sering memerlukan tindakan bedah. Yang membuatnya berbahaya bukan kerumitan penyakitnya, melainkan kecepatannya: dari keluhan pertama sampai usus buntu pecah bisa hanya berselang satu sampai dua hari.

Sebagian orang menunda karena mengira sedang sakit maag atau masuk angin. Padahal apendisitis punya pola yang cukup khas, dan mengenali polanya membuat perbedaan besar.

Pola nyeri yang khas

  1. Mulai di sekitar pusar. Nyeri awalnya tumpul, samar, dan sulit ditunjuk lokasinya dengan tepat. Sering disangka sakit lambung.
  2. Berpindah ke kanan bawah. Dalam beberapa jam, nyeri bergeser ke perut kanan bawah dan menjadi lebih tajam serta lebih jelas lokasinya.
  3. Bertambah berat saat bergerak. Batuk, berjalan, atau naik kendaraan yang berguncang membuat nyeri terasa jauh lebih tajam.

Nyeri biasanya disertai hilang nafsu makan, mual, kadang muntah, dan demam tidak terlalu tinggi. Urutannya penting: pada apendisitis, nyeri umumnya mendahului muntah. Bila muntah datang lebih dulu dan berulang, kemungkinan penyebabnya lain.

Jangan menunggu bila

Nyeri perut kanan bawah yang memberat, perut terasa tegang dan sangat nyeri saat disentuh, demam tinggi, atau nyeri yang tiba-tiba mereda lalu menyebar ke seluruh perut. Nyeri yang hilang mendadak bukan tanda membaik — bisa berarti usus buntu telah pecah. Hubungi IGD 24 jam di (021) 5305720.

Yang sebaiknya tidak dilakukan dulu

  • Minum obat pereda nyeri kuat sebelum diperiksa, karena dapat menyamarkan pola nyeri yang justru dibutuhkan dokter untuk menilai
  • Memberi obat pencahar atau melakukan pijat perut
  • Mengompres perut dengan air panas
  • Makan dan minum banyak bila kemungkinan perlu tindakan bedah

Pada anak dan lansia gejalanya bisa tidak khas

Anak kecil sering hanya tampak rewel, lemas, dan menolak makan tanpa bisa menunjukkan lokasi nyerinya. Pada lansia, nyeri dan demam bisa ringan meski peradangannya sudah berat. Pada kelompok ini, ambang untuk memeriksakan diri sebaiknya lebih rendah.

Ada benjolan atau nyeri yang mengganggu?

Poli Spesialis Bedah Umum RS Anggrek Mas melayani pemeriksaan dan konsultasi bedah. Lihat jadwal dokternya, atau hubungi kami lewat WhatsApp 0811-8105-720 dan telepon (021) 5305720.

Lihat Poli Spesialis Bedah Umum

Catatan

Artikel ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan dokter. Setiap orang memiliki kondisi yang berbeda, jadi untuk keluhan yang Anda alami silakan berkonsultasi langsung dengan dokter di RS Anggrek Mas. Untuk keadaan gawat darurat, hubungi IGD 24 jam di (021) 5305720.

Artikel lainnya

Hernia: Kenali Tandanya, Jangan Ditunda

Benjolan di lipat paha yang hilang saat berbaring sering dianggap sepele. Kenali tanda hernia dan keadaan yang membuatnya menjadi gawat darurat.

2 menit baca

Rabun Jauh pada Anak: Kenali Sejak Awal

Anak jarang mengeluh penglihatannya kabur karena mengira itulah cara semua orang melihat. Kenali tanda yang tampak dari perilakunya sehari-hari.

2 menit baca

Mata Kering dan Lelah Akibat Layar

Perih, berpasir, dan berair setelah berjam-jam di depan layar bukan hal sepele. Kenali penyebabnya dan langkah sederhana yang benar-benar membantu.

2 menit baca

Chat CS