Usus Buntu: Mengenali Nyeri yang Berpindah
Oleh Tim RS Anggrek Mas2 menit baca

Radang usus buntu atau apendisitis adalah salah satu penyebab nyeri perut akut yang paling sering memerlukan tindakan bedah. Yang membuatnya berbahaya bukan kerumitan penyakitnya, melainkan kecepatannya: dari keluhan pertama sampai usus buntu pecah bisa hanya berselang satu sampai dua hari.
Sebagian orang menunda karena mengira sedang sakit maag atau masuk angin. Padahal apendisitis punya pola yang cukup khas, dan mengenali polanya membuat perbedaan besar.
Pola nyeri yang khas
- Mulai di sekitar pusar. Nyeri awalnya tumpul, samar, dan sulit ditunjuk lokasinya dengan tepat. Sering disangka sakit lambung.
- Berpindah ke kanan bawah. Dalam beberapa jam, nyeri bergeser ke perut kanan bawah dan menjadi lebih tajam serta lebih jelas lokasinya.
- Bertambah berat saat bergerak. Batuk, berjalan, atau naik kendaraan yang berguncang membuat nyeri terasa jauh lebih tajam.
Nyeri biasanya disertai hilang nafsu makan, mual, kadang muntah, dan demam tidak terlalu tinggi. Urutannya penting: pada apendisitis, nyeri umumnya mendahului muntah. Bila muntah datang lebih dulu dan berulang, kemungkinan penyebabnya lain.
Jangan menunggu bila
Yang sebaiknya tidak dilakukan dulu
- Minum obat pereda nyeri kuat sebelum diperiksa, karena dapat menyamarkan pola nyeri yang justru dibutuhkan dokter untuk menilai
- Memberi obat pencahar atau melakukan pijat perut
- Mengompres perut dengan air panas
- Makan dan minum banyak bila kemungkinan perlu tindakan bedah
Pada anak dan lansia gejalanya bisa tidak khas
Ada benjolan atau nyeri yang mengganggu?
Poli Spesialis Bedah Umum RS Anggrek Mas melayani pemeriksaan dan konsultasi bedah. Lihat jadwal dokternya, atau hubungi kami lewat WhatsApp 0811-8105-720 dan telepon (021) 5305720.
Catatan


