Vaksinasi Tidak Hanya untuk Anak
Oleh Tim RS Anggrek Mas2 menit baca

Imunisasi sering dianggap urusan anak-anak, padahal orang dewasa dan lansia juga membutuhkannya. Ada dua alasan utama: perlindungan dari sebagian vaksin masa kecil dapat menurun seiring waktu, dan beberapa penyakit justru menimbulkan komplikasi lebih berat pada orang dewasa serta lansia yang daya tahannya menurun. Vaksinasi dewasa membantu menutup celah perlindungan ini.
Menjaga imunisasi tetap terkini di usia dewasa adalah bagian dari perawatan diri yang sering terlupakan. Padahal, mencegah penyakit dengan vaksin jauh lebih ringan daripada menghadapi komplikasinya, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit menahun.
Mengapa orang dewasa perlu divaksin
- Kekebalan dari vaksin tertentu dapat memudar setelah bertahun-tahun
- Sebagian penyakit lebih berbahaya bagi lansia dan penderita penyakit kronis
- Melindungi orang di sekitar, termasuk bayi dan orang lanjut usia yang rentan
- Beberapa pekerjaan dan rencana perjalanan menuntut vaksin tertentu
Vaksin yang umum dianjurkan
- Vaksin influenza, umumnya setiap tahun
- Vaksin pneumonia, terutama bagi lansia dan kelompok berisiko
- Vaksin hepatitis B
- Vaksin tetanus dan difteri yang perlu penguat berkala
- Vaksin lain sesuai kondisi, pekerjaan, atau rencana perjalanan
Kelompok yang sangat dianjurkan
- Lansia
- Penderita penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, atau penyakit paru
- Orang dengan daya tahan tubuh menurun
- Tenaga kesehatan dan mereka yang sering kontak dengan banyak orang
- Ibu hamil, untuk vaksin tertentu yang dianjurkan
Vaksin tetap aman dan bermanfaat
Vaksin untuk dewasa telah melalui uji keamanan, dan efek samping yang muncul umumnya ringan, seperti nyeri di bekas suntikan atau demam ringan yang cepat mereda. Manfaat perlindungannya jauh lebih besar dibanding risikonya, terutama bagi kelompok rentan.
Konsultasikan jadwal yang sesuai
Pertanyaan yang sering diajukan
Saya tidak ingat riwayat vaksinasi masa kecil, apa yang harus dilakukan?
Apakah perlu vaksin influenza setiap tahun?
Penderita penyakit kronis, amankah divaksin?
Catatan


