Informasi

Pentingnya Imunisasi Lengkap pada Anak

Oleh Tim RS Anggrek Mas2 menit baca

Bayi dalam pangkuan ibunya menerima imunisasi dari petugas kesehatan
Foto oleh CDC di Unsplash

Imunisasi adalah pemberian vaksin untuk melatih sistem kekebalan tubuh anak mengenali dan melawan kuman penyebab penyakit, sebelum anak benar-benar terpapar. Imunisasi diakui sebagai salah satu intervensi kesehatan paling efektif dan hemat biaya dalam sejarah kedokteran, dan telah menyelamatkan jutaan nyawa anak di seluruh dunia.

Bagi orang tua, imunisasi adalah bentuk perlindungan paling awal yang bisa diberikan kepada anak. Dengan melengkapinya sesuai jadwal, kita membekali tubuh anak untuk menghadapi penyakit yang dulu banyak merenggut nyawa.

Bagaimana vaksin bekerja

Vaksin mengandung bagian kuman yang telah dilemahkan atau dimatikan, atau sebagian kecil dari strukturnya. Bahan ini tidak menyebabkan penyakit, tetapi cukup untuk membuat tubuh membentuk "pasukan pertahanan" berupa antibodi dan sel memori.

Jika suatu hari anak terpapar kuman yang sesungguhnya, tubuh sudah mengenalinya dan dapat melawannya dengan cepat, sehingga anak tidak sakit atau hanya sakit ringan. Beberapa vaksin memerlukan pemberian ulang (booster) karena kekebalannya perlu diperkuat agar bertahan lama.

Mengapa imunisasi lengkap penting

  • Mencegah penyakit berbahaya seperti campak, difteri, tetanus, batuk rejan, polio, dan hepatitis B
  • Melindungi anak lain di sekitarnya melalui kekebalan kelompok, termasuk bayi yang belum cukup umur untuk divaksin
  • Mengurangi risiko komplikasi berat, kecacatan, hingga kematian
  • Jauh lebih murah dan aman dibanding mengobati penyakit yang sudah terjadi

Tentang kekebalan kelompok

Ketika sebagian besar anak dalam suatu lingkungan sudah kebal, kuman sulit menyebar dari satu orang ke orang lain. Ini melindungi kelompok rentan yang tidak bisa divaksin, misalnya bayi baru lahir atau anak dengan gangguan kekebalan tubuh.

Sebaliknya, bila cakupan imunisasi turun, penyakit yang tadinya sudah langka bisa muncul kembali dan menimbulkan wabah. Karena itu, melengkapi imunisasi anak bukan hanya melindungi anak sendiri, tetapi juga menjaga seluruh komunitas.

Yang perlu diperhatikan orang tua

  • Ikuti jadwal imunisasi dasar dan lanjutan sesuai anjuran
  • Simpan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sebagai catatan riwayat imunisasi
  • Demam ringan, rewel, atau bengkak di bekas suntikan adalah reaksi wajar dan biasanya mereda dalam 1–2 hari
  • Bila jadwal terlewat, imunisasi tetap dapat "dikejar" — tidak perlu mengulang dari awal

Jadwal terlewat bukan akhir segalanya

Bila anak sempat melewatkan jadwal, jangan ragu untuk tetap datang. Dokter dapat menyusun jadwal susulan agar perlindungan tetap tercapai tanpa harus mengulang seluruh rangkaian dari awal.

Pertanyaan yang sering diajukan

Anak saya sedang batuk pilek ringan, apakah boleh diimunisasi?
Batuk pilek ringan tanpa demam tinggi umumnya bukan halangan untuk imunisasi. Namun, keputusan akhir sebaiknya diserahkan kepada dokter yang memeriksa kondisi anak saat itu.
Apakah imunisasi menyebabkan autisme?
Tidak. Anggapan bahwa vaksin menyebabkan autisme berasal dari penelitian yang sudah ditarik dan dibantah oleh banyak studi besar. Vaksin telah melalui uji keamanan yang ketat.
Bolehkah memberi obat penurun demam setelah imunisasi?
Boleh, bila anak demam atau tampak tidak nyaman, sesuai dosis dan usia. Bila demam tinggi menetap atau anak tampak sangat lemas, hubungi dokter.

Catatan

Artikel ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan dokter. Setiap orang memiliki kondisi yang berbeda, jadi untuk keluhan yang Anda alami silakan berkonsultasi langsung dengan dokter di RS Anggrek Mas. Untuk keadaan gawat darurat, hubungi IGD 24 jam di (021) 5305720.

Artikel lainnya

Diabetes Tipe 2: Kenali, Cegah, Kendalikan

Diabetes tipe 2 berkembang perlahan dan sebagian besar berkaitan dengan gaya hidup. Kenali gejala awal, siapa saja yang berisiko, serta langkah untuk mencegah dan mengendalikannya.

3 menit baca

Memahami Hipertensi, Si Pembunuh Senyap

Tekanan darah tinggi jarang memberi gejala, tetapi diam-diam merusak jantung, otak, dan ginjal. Pahami angka tekanan darah Anda, faktor risikonya, dan langkah nyata untuk mengendalikannya.

3 menit baca

Mengenali dan Mencegah Demam Berdarah Dengue

Demam berdarah naik setiap musim hujan dan bisa berubah cepat menjadi berat. Kenali perjalanan penyakitnya, tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan, dan cara memutus perkembangbiakan nyamuk di rumah.

4 menit baca

Chat CS