Informasi

Pertolongan Pertama Saat Anak Demam

Oleh Tim RS Anggrek Mas2 menit baca

Orang tua mengukur suhu tubuh anak dengan termometer
Foto oleh Kelly Sikkema di Unsplash

Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh naik di atas normal, umumnya sebagai respons tubuh melawan infeksi. Artinya, demam biasanya adalah gejala, bukan penyakit itu sendiri. Pada anak, demam sangat sering terjadi dan kerap membuat orang tua cemas. Yang terpenting bukanlah menurunkan angka termometer secepat mungkin, melainkan menjaga kenyamanan anak dan memantau tanda bahaya.

Dengan memahami cara menyikapi demam, orang tua bisa lebih tenang dan mengambil langkah yang tepat, tanpa buru-buru memberikan obat atau tindakan yang justru tidak diperlukan.

Memahami demam

Suhu tubuh anak dianggap demam bila mencapai sekitar 38°C atau lebih. Tinggi rendahnya angka demam tidak selalu mencerminkan berat ringannya penyakit; anak yang tetap aktif, mau minum, dan bermain meski demam biasanya dalam kondisi lebih baik dibanding anak yang lemas meski demamnya tidak terlalu tinggi.

Karena itu, amati perilaku dan keadaan umum anak, bukan hanya angka pada termometer. Demam juga membantu tubuh melawan infeksi, sehingga tujuan pengobatan adalah membuat anak nyaman, bukan menghilangkan demam sepenuhnya.

Yang bisa dilakukan di rumah

  • Berikan cukup cairan agar anak tidak dehidrasi
  • Kenakan pakaian tipis dan jaga suhu ruangan tetap sejuk dan nyaman
  • Kompres dengan air hangat (bukan air dingin atau alkohol) di dahi, leher, dan ketiak
  • Biarkan anak beristirahat
  • Berikan obat penurun demam sesuai dosis dan usia bila anak tampak tidak nyaman

Yang sebaiknya tidak dilakukan

Hindari mengompres dengan air es atau alkohol, dan jangan menyelimuti anak dengan tebal saat demam karena justru menahan panas. Jangan pula memberi obat penurun demam melebihi dosis atau menggabungkan beberapa obat tanpa anjuran, karena dapat berbahaya. Jangan memberi aspirin pada anak.

Kapan harus ke dokter

  • Bayi berusia di bawah 3 bulan yang mengalami demam
  • Demam berlangsung lebih dari tiga hari atau sangat tinggi dan sulit turun
  • Anak tampak sangat lemas, sulit dibangunkan, atau mengalami kejang
  • Muncul ruam, sesak napas, muntah terus-menerus, atau tanda dehidrasi (bibir kering, sedikit atau tanpa buang air kecil, mata cekung, menangis tanpa air mata)
  • Anak menolak minum atau tampak sangat rewel dan tidak bisa ditenangkan

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah demam tinggi selalu berbahaya bagi otak anak?
Demam akibat infeksi umumnya tidak sampai merusak otak. Yang perlu diwaspadai adalah penyebab demamnya dan kondisi anak secara keseluruhan, bukan semata-mata angka suhunya. Perhatikan tanda bahaya dan periksakan bila ragu.
Anak saya kejang saat demam, apa yang harus dilakukan?
Tetap tenang, baringkan anak miring di tempat aman, jangan memasukkan apa pun ke mulutnya, dan longgarkan pakaian. Catat lama kejang. Setelah kejang mereda, segera bawa ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan.
Bolehkah memandikan anak yang sedang demam?
Boleh, dengan air hangat, karena dapat membantu anak merasa lebih nyaman. Hindari air dingin karena dapat membuat anak menggigil. Segera keringkan dan kenakan pakaian tipis setelahnya.

Catatan

Artikel ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan dokter. Setiap orang memiliki kondisi yang berbeda, jadi untuk keluhan yang Anda alami silakan berkonsultasi langsung dengan dokter di RS Anggrek Mas. Untuk keadaan gawat darurat, hubungi IGD 24 jam di (021) 5305720.

Artikel lainnya

Vaksinasi Tidak Hanya untuk Anak

Perlindungan dari vaksin bisa menurun seiring waktu, dan sebagian penyakit justru lebih berbahaya bagi orang dewasa dan lansia. Kenali vaksin yang dianjurkan bagi usia dewasa.

2 menit baca

Mengendalikan Kolesterol untuk Jantung Sehat

Kolesterol bukan musuh — tubuh justru membutuhkannya. Yang berbahaya adalah ketidakseimbangannya. Pahami perbedaan kolesterol "baik" dan "jahat" serta cara menjaganya.

2 menit baca

Mencegah Osteoporosis, Menjaga Tulang Kuat

Tulang keropos berkembang tanpa gejala hingga terjadi patah tulang. Kabar baiknya, osteoporosis sebagian besar dapat dicegah — dan usahanya dimulai sejak muda.

2 menit baca

Chat CS