IGD 24 Jam · (021) 5305720 @rumahsakitanggrekmas_ Poliklinik buka hingga 21.00 ID / EN
Informasi

Pola Makan Gizi Seimbang dengan "Isi Piringku"

Makan sehat tidak harus rumit atau mahal. Panduan "Isi Piringku" membantu menyusun porsi seimbang dalam satu piring, menggantikan konsep lama "4 Sehat 5 Sempurna".

Oleh Tim RS Anggrek Mas 2 menit baca

Semangkuk makanan bergizi seimbang berisi sayur dan sumber protein

Foto oleh Anna Pelzer di Unsplash

Daftar isi (5 bagian)
  1. Proporsi satu piring sekali makan
  2. Empat pilar gizi seimbang
  3. Yang perlu dibatasi
  4. Jangan lupa air dan gerak
  5. Pertanyaan yang sering diajukan

Gizi seimbang adalah kunci tubuh yang sehat dan produktif, tetapi menerapkannya sering terasa membingungkan. Panduan "Isi Piringku" dari Kementerian Kesehatan menyederhanakannya menjadi satu gambaran mudah: bagaimana seharusnya proporsi makanan dalam satu piring sekali makan. Konsep ini menggantikan slogan lama "4 Sehat 5 Sempurna" karena lebih menekankan porsi dan keseimbangan, bukan sekadar kelengkapan jenis.

Perbedaan pentingnya: "4 Sehat 5 Sempurna" berfokus pada apa saja yang harus ada, sementara "Isi Piringku" menekankan seberapa banyak porsi masing-masing dalam satu piring. Susu pun tidak lagi diposisikan sebagai "penyempurna" wajib, melainkan salah satu pilihan sumber protein.

Proporsi satu piring sekali makan

  • Sepertiga piring: makanan pokok sebagai sumber karbohidrat (nasi, jagung, kentang, atau umbi)
  • Sepertiga piring: sayur-sayuran
  • Sisanya dibagi: lauk sumber protein (ikan, telur, ayam, tempe, tahu) dan buah-buahan

Secara sederhana, setengah piring diisi sayur dan buah, sementara setengah lainnya diisi makanan pokok dan lauk protein. Variasikan jenisnya dari waktu ke waktu agar zat gizi yang diperoleh lengkap, karena tidak ada satu jenis makanan pun yang mengandung semua yang tubuh butuhkan.

Empat pilar gizi seimbang

"Isi Piringku" adalah bagian dari prinsip gizi seimbang yang lebih luas, yang bertumpu pada empat pilar:

  1. Konsumsi makanan yang beragam
  2. Membiasakan perilaku hidup bersih
  3. Melakukan aktivitas fisik secara teratur
  4. Memantau dan menjaga berat badan tetap ideal

Yang perlu dibatasi

Untuk membantu mengingat, gunakan batasan harian yang sering disingkat "G-G-L":

  • Gula maksimal sekitar 4 sendok makan (50 gram) per hari
  • Garam maksimal 1 sendok teh (5 gram) per hari
  • Lemak/minyak maksimal 5 sendok makan (67 gram) per hari

Angka ini termasuk gula, garam, dan lemak yang tersembunyi di makanan serta minuman kemasan, gorengan, dan camilan. Membiasakan membaca label kemasan membantu mengendalikan asupannya.

Jangan lupa air dan gerak

Lengkapi pola makan dengan minum air putih yang cukup, sekitar 8 gelas sehari, serta aktivitas fisik rutin. Biasakan pula mencuci tangan sebelum makan dan tidak melewatkan sarapan agar tubuh punya energi untuk memulai hari.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah makan sehat pasti mahal?

Tidak harus. Sumber protein dan sayur lokal seperti telur, tempe, tahu, ikan, dan sayuran musiman terjangkau dan bergizi. Yang penting adalah keseimbangan porsi, bukan harga bahannya.

Bolehkah sesekali makan makanan cepat saji?

Sesekali umumnya tidak masalah selama pola makan harian secara keseluruhan tetap seimbang. Yang perlu dihindari adalah menjadikannya kebiasaan sehari-hari karena tinggi lemak, gula, dan garam.

Apakah tidak makan nasi bisa menurunkan berat badan?

Mengatur porsi karbohidrat bisa membantu, tetapi menghilangkan seluruh makanan pokok tanpa panduan berisiko membuat gizi tidak seimbang. Lebih baik mengatur porsi dan memilih karbohidrat berserat. Konsultasikan dengan ahli gizi bila ingin menurunkan berat badan dengan aman.

Diterbitkan 13 September 2026Bagikan artikel ini

Butuh pertolongan segera?

IGD kami siaga 24 jam, setiap hari, tanpa perlu janji temu.